Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Ketika Cinta Berubah Menjadi Ancaman

Di zaman sekarang, kasus hubungan toxic, ancaman setelah ditolak, sampai tekanan emosional dalam pacaran sudah terlalu sering terjadi. Mirisnya, kejadian seperti ini seolah hanya menjadi berita sesaat, lalu dilupakan tanpa benar-benar dijadikan pembelajaran. Padahal, jika kita melihat unggahan di akun Instagram Cak Sam Polda Kalteng, kasus serupa ternyata cukup banyak ditemukan. Artinya, masalah seperti ini memang nyata dan dekat dengan kehidupan remaja saat ini. Bagi saya, tindakan HS tidak bisa dianggap wajar hanya karena alasan cinta atau takut kehilangan. Ketika seseorang terus memaksa, tidak bisa menerima penolakan, lalu mengancam saat pasangannya ingin pergi, itu bukan lagi bentuk kasih sayang. Hubungan yang sehat seharusnya menghadirkan rasa nyaman dan aman, bukan rasa takut dan tekanan. Kasus ini juga memperlihatkan bahwa masih banyak anak muda yang belum siap secara emosional dalam menjalani hubungan. Tidak semua hubungan harus dipertahankan, dan tidak semua keinginan harus di...

Hujan yang Tak Kunjung Mereda

 

Praktik Kerja Lapangan, Selesai.

 

Bu Stef dan Seekor Rusa

 

Patung Orangutan di Arboretum Nyaru Menteng

 

Prasasti Peresmian Gedung Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah

 

RRI PRO 1 dan Pengalaman yang Diberikan

Tiba-tiba Siaran?

 

Gacoan with Vina, Lina, & Aulia

  📸: 6 Mei 2026

Jatuh yang Tak Bisa Dipilih

Itulah kenapa jatuh cinta Dikatakan jatuh Karena s'bagaimana kita jatuh  Kita tidak punya kuasa  Pilih jatuh  Pada hati yang mana? Entah sudah lagu ke berapa yang berakhir dengan cara yang sama, namamu diam-diam memenuhi pikiranku. Belakangan ini, ada satu lagu yang terus ku putar ulang, sederhana nadanya, tapi terasa berbeda setiap kali kudengar. Mungkin bukan lagunya yang berubah, tapi perasaanku yang selalu menemukanmu di dalamnya. Setiap liriknya seperti mengetuk sesuatu yang lama tersimpan. Terutama di bagian tentang jatuh yang tak bisa dipilih. Aku sempat tersenyum kecil, lalu bergumam dalam hati, "Ternyata memang begitu, ya." Kita tidak pernah benar-benar bisa menentukan ke mana hati ini akan jatuh. Dan dari sekian kemungkinan, aku justru pernah jatuh padamu, sendiri. Perasaan itu tumbuh diam-diam, tanpa pernah benar-benar sampai. Aku menyimpannya cukup lama, sampai akhirnya aku mengerti, tidak semua jatuh akan berujung pada saling menangkap. Ada yang memang hanya ...

Pelangi dan Singgah yang Sebentar

Tadi aku sempat berdiri cukup lama untuk menatap pelangi yang tiba-tiba muncul ketika hujan turun. Warnanya lembut, membentang tenang di langit, seolah datang tanpa maksud selain singgah sebentar. Aku tahu, ia tak lama, mungkin hanya sekitar dua puluh menit, lalu perlahan memudar, hilang tanpa pamit. Dari sana aku seperti diingatkan, bahwa dalam hidup pun banyak hal datang dengan cara yang sama, indah, tapi tidak menetap. Kebahagiaan, pertemuan, bahkan harapan, kadang hanya diberi waktu singgah. Dan mungkin, justru karena tidak lama itulah, kita belajar untuk lebih menghargai setiap momen yang sempat kita miliki, sebelum semuanya perlahan menghilang.

Pelangi yang Terhalang Kabel

  📸: 5 Mei 2026

Hanya Segerombolan Anak Laki-laki

  📸: 4 Mei 2026

Pohon, Awan, dan Langit

  📸: 3 Mei 2026

Di Hari Kematianku dalam Novel Laut Bercerita

  📸: 2 Mei 2026

Pasar Malam

  📸: 1 Mei 2026