Sabilah.
Sebuah nama yang sederhana, tapi anehnya selalu melahirkan begitu banyak panggilan dari orang-orang di sekitarku.
Sabil, Bila, Bil, Bile, dan entah apa lagi bentuk lainnya. Semua terdengar akrab, hangat, dan tak pernah membuatku keberatan.
Tapi ada satu panggilan yang selalu membuat telingaku merasa sedikit aneh setiap kali mendengarnya.
"Sab."
Entahlah. Ada rasa yang mengganjal di sana. Seperti nada yang tidak pas dalam sebuah lagu. Tidak salah, tidak buruk, hanya saja tidak cocok di ruang dengarku.
Anehnya, yang memanggilku "Sab" biasanya adalah orang-orang yang kutemui sebelum tahun 2020. Mereka masih setia dengan sebutan itu, seolah waktu tak pernah benar-benar berjalan bagi mereka.
Dan laki-laki itu, dia adalah salah satunya.
Aku tersenyum kecil. Di antara semua panggilan yang kuterima, dia tetap memilih memanggilku "Sab".
Dia memang orang lama. Dan entah kenapa, dari dia, panggilan itu rasanya, tidak apa.
Mantap, Abi.
BalasHapus