Langsung ke konten utama

Ia dalam Sunyi Tulisanku

Andai ia tahu berapa sering namanya menjelma menjadi kalimat-kalimat yang kutulis diam-diam, mungkin ia tak lagi sibuk mencari cinta ke mana-mana.

Sebab tanpa ia sadari, ia telah lama menetap di ruang-ruang sunyi tulisanku, tersusun rapi dalam paragraf yang lahir dari ujung jemariku, yang setiap katanya kupelihara dengan perasaan yang tak pernah sempat kusampaikan.

Di sana, aku menyimpannya dengan cara paling sederhana namun dalam, mencintainya lewat kata, meski ia belum pernah membacanya, atau bahkan tak akan pernah membacanya.

Komentar