Tadi malam, aku baru saja menyelesaikan film Sang Pemimpi. Jika diminta merangkum kesan dalam dua kata, jawabanku sederhana: Luar Biasa.
Film ini bukan sekadar kisah tentang Ikal, Arai, dan Jimbron yang tumbuh di tengah keterbatasan, melainkan juga sebuah potret mimpi yang tetap menyala meski diterpa kesulitan hidup. Sang Pemimpi menyuguhkan keindahan persahabatan, getirnya perjuangan, serta keteguhan untuk tetap percaya bahwa mimpi yang besar akan menemukan jalannya.
Pesan Pak Balia kepada murid-muridnya menjadi salah satu inti cerita yang begitu membekas, bahwa mimpi harus digenggam setinggi mungkin, sebab dengan ilmu dan tekad, seseorang bisa melampaui batas-batas kehidupannya.

Komentar
Posting Komentar