Katanya, bila seorang seniman jatuh cinta, kau terpatri abadi dalam karyanya. Bila seorang penulis jatuh cinta, kau hidup selamanya di tiap kata yang ia tulis. Aku tak pandai melukis, pun tak pandai seni rupa atau nada. Aku juga tak merasa hebat sebagai penulis.
Namun, bolehkah aku memohon satu keegoisan kecil padamu? Izinkan aku menulismu menjadi tokoh utama, selalu. Biarkan kau menempati halaman-halamanku, menyelinap di antara kalimat yang tak pernah ingin kututup, sebuah buku yang kulekatkan janji untuk tak pernah menuliskan akhirnya.
Komentar
Posting Komentar