Aku yang datang terlalu pagi, atau mungkin memang semesta yang sengaja mempertemukan kami begitu.
Ia berdiri di depan pintu, seolah sedang menunggu sesuatu, tapi mungkin bukan aku.
Kami tidak berbicara, bahkan belum saling kenal.
Tapi diam-diam, hatiku sudah lebih dulu menghafal caranya berdiri di bawah cahaya pagi.
Aku tidak tahu ini apa, tapi setiap kali mengingatnya, rasanya seperti kembali ke detik itu lagi.
Komentar
Posting Komentar