Mungkin semesta memang gemar sekali bercanda, ia mempertemukan dua orang asing dalam waktu yang sesingkat itu.
Lima detik pandangan, lima detik diam, tapi rasanya cukup untuk membuat jantungku berdetak tidak karuan.
Kau berdiri di sana, sederhana tapi menenangkan, seolah waktu ikut menunduk memberi ruang untuk detik kecil itu menjadi sesuatu yang istimewa.
Aku tidak tahu apa yang semesta pikirkan saat itu, tapi yang aku tahu, sejak pandangan pertama itu, pagi-pagiku tak lagi sama.
Setiap kali aku mengingat tatapanmu, hatiku terasa hangat, bukan karena cinta yang meledak, tapi karena sesuatu yang tumbuh diam-diam dan jujur.
Mungkin bagi dunia itu hanya pertemuan biasa, tapi bagiku, lima detik itu cukup untuk membuat segalanya terasa lebih indah.
Aku tak pernah menyangka, lima detik itu cukup untuk menghidupkan kembali rasa yang diam-diam sudah lama ingin menemukan tujuannya.
Komentar
Posting Komentar