Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Puisi Aku Ingin adalah perjumpaan pertamaku dengan keindahan sastra. Di saat kata-kata berubah menjadi perasaan, dan keheningan berbicara lebih lantang dari suara. Sapardi Djoko Damono, lewat kesederhanaan puisinya, seolah mengajarkanku bahwa cinta sejati tidak membutuhkan banyak kata, cukup ketulusan yang diam-diam menyala.
Dari puisinya aku mengerti, bahwa sastra bukan sekadar rangkaian kalimat, melainkan napas halus yang membuat jiwa hidup dan mengerti makna. Sejak saat itu, aku tahu bahwa aku telah jatuh cinta, bukan hanya pada puisinya, tapi pada seluruh dunia kata yang ia buka untukku.
Komentar
Posting Komentar