Di season 2 ini, Cinta dan Rangga kembali bertemu setelah bertahun-tahun berpisah. Mereka sudah punya kehidupan masing-masing, tapi ada hal-hal yang belum sempat diselesaikan. Pertemuan mereka di Yogyakarta bukan sekadar reuni, tapi semacam perhitungan dengan masa lalu, tentang kata-kata yang tak sempat diucapkan, dan perasaan yang belum benar-benar hilang.
Yang paling aku suka dari film ini adalah kejujurannya. Tidak ada kisah cinta yang dibuat-buat. Semua terasa alami, seperti dua orang yang benar-benar tumbuh dan berubah bersama waktu. Film ini membuatku berpikir bahwa setiap pertemuan dalam hidup punya alasan, dan setiap perpisahan punya maknanya sendiri.

Komentar
Posting Komentar