Setiap hari aku mencoba melupakanmu, tapi mengapa rasanya begitu sulit? Ironis, bukan? Kau tak pernah sepenuhnya hadir dalam hidupku, bahkan tak pernah benar-benar tahu betapa dalam perasaanku. Kau sempat bertanya, bingung, apa yang membuatku menyukaimu begitu rupa. Dan aku tak punya jawaban selain 'aku memang aneh'.
Aku ingin kau mengerti tanpa harus kujelaskan, tapi di saat yang sama aku tak ingin menuntut apa pun. Jika hatimu telah memilih orang lain, biarlah begitu. Aku rela menjadi sekadar angin yang lewat di halaman hidupmu, tak tertahan, tapi pernah terasa.
Komentar
Posting Komentar