Awalnya aku sama sekali nggak punya ekspektasi tinggi terhadap film ini. Tapi ketika melihat ratingnya di Google yang ternyata cukup tinggi, aku langsung bertanya-tanya, “Apa sih yang spesial dari film ini?”
Begitu selesai nonton, barulah aku paham, film ini memang layak mendapat semua pujian itu.
Sepanjang film, perasaanku benar-benar diaduk-aduk. Kadang ketawa karena kelakuan mereka, tapi tiba-tiba saja air mata ikut jatuh melihat perjuangan masing-masing tokohnya. Ada Farhan yang terjebak di jurusan teknik padahal passion-nya bukan di situ, dan Raju yang selalu merasa menjadi tumpuan harapan keluarganya. Kisah mereka sederhana, tapi sangat menyentuh dan penuh pelajaran hidup.
Yang paling bikin aku tercengang adalah kenyataan bahwa Rancho bersekolah menggunakan nama orang lain. Dari situ aku makin kagum dengan pemikirannya, prinsipnya, dan cara dia menjalani hidup. Dia berbeda, dan justru di situlah letak kehebatannya.
Film ini jelas menyampaikan kritik terhadap sistem pendidikan di India. Dan tanpa bermaksud membandingkan secara berlebihan, aku jadi sadar bahwa kondisi pendidikan di Indonesia pun punya kemiripan. Rasanya Indonesia juga butuh sosok-sosok seperti Rancho, yang berani berpikir berbeda dan mendorong perubahan.
Tentu saja, setiap film butuh karakter yang bikin emosi. Di sini, Pak Rektor dan Chatur memegang peran itu. Rasanya setiap mereka muncul, ingin banget “nyentil” mulut mereka. Tapi kalau Chatur sih masih ada lucu-lucunya, Pak Rektor yang benar-benar bisa bikin darah naik.
Tapi justru berkat mereka, cerita ini jadi semakin lengkap, penuh warna, dan tidak mudah dilupakan.

Di komentar kali ini tidak perlu kita sebut Gaitonde
BalasHapus