Di tahun 2018, ada satu hari yang terus menolak hilang dari ingatanku. Hari ketika waktu berjalan lebih pelan dari biasanya, seolah ingin memastikan aku benar-benar melihatmu.
Sosok asing berdiri di ambang pintu kelas, dan mataku, entah kenapa, berhenti tepat di sana.
"Siapa dia?" gumamku dalam hati, melangkah tanpa benar-benar tahu ke mana fokusku pergi.
Tak pernah terpikirkan bahwa sosok asing itu adalah kamu.
Kamu, yang datang tanpa aba-aba, tanpa ketukan, tanpa alasan. Masuk begitu saja ke dalam hidupku, lalu ke dalam hatiku, seperti rumah yang memang sudah kamu hafal pintunya.
Dan anehnya, sampai detik ini, kamu masih berada di sana. Aku belum meminta kamu pergi. Belum juga memberi izin untuk keluar.
Maaf.
Atau mungkin tidak perlu maaf, karena bagian paling jujur dari diriku memang diam-diam ingin kamu tetap tinggal.

Komentar
Posting Komentar