Kemarin, aku dan ketiga temanku kembali makan di sebuah tempat yang sudah pernah kami datangi. Katanya, sebelum semester lima benar-benar berakhir, kami harus menyempatkan diri untuk makan bersama dulu. Lucunya, yang tersisa dari momen itu bukanlah soal makanan, melainkan cerita-cerita yang mengalir setelahnya.
Kami berbincang banyak hal. Salah satunya tentang cinta. Jujur saja, aku merasa belum sepenuhnya pantas membicarakan perkara hati. Namun entah mengapa, kemarin mulut kami ringan saja mengungkapkan apa-apa yang biasanya diam.
Anehnya, kisah kami hampir serupa. Cinta yang kami ceritakan tidak berpihak pada kami. Dan sebenarnya, itu tidak apa-apa. Hanya saja, ada sedikit sesak yang mengendap di dada, semacam napas yang tertahan tapi tetap ingin dikeluarkan.
Tapi, bukankah memang begitu cara semesta bekerja? Tidak semua yang kita cintai akan kembali pada kita. Tidak semua yang kita jaga akan memilih tinggal. Karena itu, kita perlu menyediakan sedikit ruang di hati, tempat bagi ikhlas untuk duduk, diam, dan perlahan menenangkan segala yang sempat terasa perih.
🫂🫂
BalasHapus