Seperti yang pernah kusampaikan di postingan blog sebelumnya, tulisan ini akan bercerita tentang liburan kuliahku kemarin.
Selama masa libur itu, sebenarnya ada keinginan besar untuk menuliskan kegiatanku setiap hari di blog ini. Namun niat itu kuurungkan. Aku memilih menyimpannya, mengendapkannya, lalu menuangkannya sekaligus di sini, dalam satu cerita yang utuh.
Selama di rumah, aku tidak banyak pergi ke mana-mana. Tak ada perjalanan wisata, tak ada tempat baru yang kudatangi. Hari-hariku diisi dengan hal-hal sederhana, berada di rumah, mengobrol, makan bersama, tertawa kecil bersama Mama, Ayah, dan kedua kakakku. Anehnya, justru di sanalah aku menemukan keindahan yang paling jujur. Keindahan yang tak bisa ditukar dengan destinasi mana pun.
Setiap kali pulang ke rumah, aku benar-benar merasa pulang. Tidurku lebih nyenyak, makanku lebih nikmat. Waktu terasa berjalan lebih pelan, seolah semesta memang sengaja agar aku bisa lebih menikmati momen bersama mereka.
Bermain bersama adik sepupuku yang baru berusia satu tahun menjadi hiburan paling menyenangkan dalam keseharianku. Hal-hal kecil yang mungkin terlihat biasa, berubah menjadi istimewa karena kulalui bersama orang-orang yang kucintai.
Ada satu hal yang paling menyentuh hatiku selama liburan itu. Sejak kali pertama aku kembali menginjakkan kaki di rumah sampai aku harus kembali ke perantauan lagi, Mama selalu bertanya kepadaku dan kembaranku yang sama-sama pulang setelah lelah menahan beratnya hidup di perantauan.
"Kalian mau dimasakin apa, Nak?"
Pertanyaan sederhana itu entah bagaimana mampu menghangatkanku hingga ke dada. Mama bilang, selagi kami ada di rumah, sebisa mungkin apa yang kami inginkan akan ia usahakan. Dan di momen itu, aku sadar betapa pulang bukan hanya soal kembali ke tempat, tapi kembali menjadi anak. Kembali dirawat. Kembali dicintai tanpa syarat.
Aku sangat bersyukur untuk liburan itu.
Untuk rumah yang selalu menunggu.
Untuk pelukan yang tak pernah berkurang hangatnya.
Dan untuk Mama, yang cintanya selalu hadir lewat sepiring masakan dan satu pertanyaan sederhana yang tak akan pernah kulupakan.
Komentar
Posting Komentar