Kepada satu nama yang masih memilih tinggal di sudut hatiku yang paling sunyi, sampai kapan kau akan berdiam di sana? Aku letih merawat rindu yang tak pernah meminta izin untuk tumbuh dan menetap.
Aku kira waktu akan pandai mengusirmu, nyatanya ia justru mengajariku cara mengingat.
Perasaanku, sialnya, terlalu jujur untuk berdusta. Ia tetap ingin menyimpanmu, meski lelah perlahan menjelma luka yang diam.
Entah sampai kapan semua ini bertahan, aku pun tak tahu. Hatiku hanya tahu satu hal, ada nama yang belum selesai, dan aku masih kalah oleh keinginannya untuk tinggal.
Komentar
Posting Komentar