Mungkin adegan ketika kau menoleh ke arahku masih jauh sekali. Atau barangkali, tak pernah ditulis dalam naskah hidupmu?
Aku berdiri di sisi cerita yang sepi, menjadi latar bagi langkah-langkahmu yang tak pernah berhenti.
Kau berjalan dengan dunia di kedua matamu, sedangkan aku hanya berharap satu detik saja, cukup satu detik pandanganmu singgah dan mengenali keberadaanku.
Aku tak tahu sudah berapa banyak hari kulewati dengan pura-pura tak berharap. Berlagak biasa saja, padahal diam-diam aku menyimpan satu kemungkinan kecil yang kupelihara seperti api lilin di ruang gelap.
Kadang aku bertanya, apakah aku sedang menunggu sesuatu yang nyata, atau sekadar memeluk angan yang tak pernah berniat menjadi kenyataan?
Apakah namaku pernah hampir kau sebut dalam hati, meski hanya sebagai bayangan yang lewat?
Jika memang tak ada episode itu, jika tak pernah ada momen kau menoleh dan menemukan aku di sana, maka biarlah aku belajar menerima, bahwa tak semua penantian ditakdirkan untuk berjumpa, dan tak semua rasa harus mendapat balasannya.
Namun selama kau masih ada dalam garis pandangku, izinkan aku tetap berdiri di sini, bukan untuk menuntutmu menoleh, melainkan untuk menguatkan hatiku sendiri bahwa pernah ada seseorang yang begitu lama kunanti, meski tak pernah tahu apakah ia akan melihatku juga.
Ke kunci stang itu kepalanya bil, makanya gabisa noleh
BalasHapus😔🙏🏻
Hapus