Ada lagu-lagu tertentu yang tidak hanya didengar, tapi juga dapat dirasakan. Bagiku, Bersenja Gurau dari Raim Laode adalah salah satunya.
Ketika sampai pada lirik "Sebab Tuhan telah berjanji, setelah sempit ada kemudahan," hatiku selalu melembut. Aku teringat bahwa Tuhan pernah mengatakan hal yang sama dalam Al-Qur'an Surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6, bahwa sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Mungkin, hidup memang seperti senja. Tidak selalu terang, tidak selalu gelap. Ia datang dengan warna-warna yang tak selalu sama, kadang hangat, kadang redup, kadang juga meninggalkan sepi yang sulit dijelaskan. Namun, justru di situlah keindahannya. Senja tidak pernah memaksa langit untuk tetap terang, dan tidak pula takut pada datangnya malam.
Begitu pula hidup. Ada waktu-waktu di mana kita merasa kehilangan arah, berjalan dalam samar, dan mempertanyakan banyak hal. Tapi senja mengajarkan satu hal yang sederhana, bahwa cahaya tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya bersembunyi sebentar, memberi ruang bagi hati untuk belajar percaya.
Dan bagi orang-orang yang mau bersabar, yang mau tetap beriman meski tak melihat dengan jelas, cahaya itu akan kembali. Pelan, lembut, dan tepat pada waktunya.


Komentar
Posting Komentar