Ada beberapa lirik lagu yang diam-diam tinggal di hatiku, bukan sekadar untuk didengar, tapi untuk dirasakan. Lirik-lirik itu seperti doa yang kusembunyikan, yang hanya berani kuucapkan dalam diam. Salah satunya adalah "Interaksi" yang dinyanyikan oleh Tulus, lagu yang tak hanya terdengar indah, tetapi juga seolah mengerti hal-hal yang tak pernah benar-benar bisa kujelaskan
"Jika dia memang bisa untukku,
sini, dekat dan dekatlah.
Dan jika dia memang bukan untukku,
tolong, reda dan redalah."
Setiap kali mendengarnya, rasanya seperti mendengar suaraku sendiri, yang tak pernah benar-benar berani meminta, hanya berani menitipkan.
Aku selalu menyebut namanya dalam diam, di sela-sela doaku yang paling rahasia. Bukan untuk memaksa semesta mempertemukan kami, tetapi untuk memohon pada Tuhan yang Maha Tahu. Jika memang dia adalah seseorang yang telah Engkau tuliskan untukku sejak awal waktu, maka dekatkanlah kami dengan cara-Mu yang paling indah. Pertemukan kami di waktu yang paling tepat, saat hati kami sama-sama siap untuk tinggal, bukan sekadar singgah.
Namun, di ujung doa itu, selalu ada satu permintaan lain yang kuucapkan dengan suara yang lebih lirih.
Jika dia memang bukan rumah yang Engkau takdirkan untukku, maka ajari hatiku untuk perlahan-lahan melepaskan. Redakan perasaan ini seperti senja yang memudar tanpa suara. Jangan biarkan ia pergi sebagai luka, cukup menjadi kenangan yang pernah hangat, lalu tenang.
Karena aku tahu, tidak semua yang tumbuh di hati harus dimiliki. Tidak semua yang indah harus menetap.
Maka aku serahkan semuanya kepada-Mu, tentang dia, tentang rasa ini, tentang segala kemungkinan yang belum terjadi.
Jika dia milikku, dekatkan. Jika dia bukan milikku, redakan. Dan aku, akan belajar menerima dengan hati yang tetap percaya.

Komentar
Posting Komentar