Langsung ke konten utama

Mengapa Jurnalistik?

Mengapa jurnalistik? Jawabanku sederhana, dan itu pasti, karena aku mencintai menulis. Aku bahkan tak lagi ingat sejak kapan rasa itu tumbuh. Yang pasti, setiap kali menulis, ada damai yang singgah, seperti pulang ke tempat yang tak pernah menghakimi. Menulis membuatku tenang, membuat pikiranku lebih jujur pada diri sendiri.

Sejujurnya, aku lebih sering merasa santai ketika menulis sastra. Barangkali karena itu pula aku sempat bimbang saat memilih peminatan kemarin. Drama terasa akrab, di sana aku bisa menumpahkan imajinasi, merangkai dialog, dan menulis naskah tanpa batas. Namun jurnalistik menawarkan hal lain, ada kemungkinan untuk menulis lebih banyak hal, bukan hanya dunia yang kubayangkan, tetapi juga dunia yang benar-benar ada dan terjadi di sekelilingku. Setelah menimbang cukup lama, akhirnya aku mantap melangkah ke jurnalistik.

Ada pula satu nama yang diam-diam menjadi alasanku, Najwa Shihab. Seorang jurnalis yang sejak SMA membuatku berandai-andai, ingin menjadi seperti dirinya, berani, tajam, dan berdiri tegak di hadapan kebenaran. Seiring waktu, angan itu pelan-pelan mengecil. Aku sadar, aku tidak sepintar itu, dan keberuntungan pun tak selalu datang tepat waktu. Tapi mungkin, menjadi seperti dia bukan tentang menyamai, melainkan berani memulai.

Kini, yang bisa kulakukan hanyalah menjalani jalan yang kupilih. Menulis, belajar, dan terus bertumbuh. Soal berhasil atau tidak, biarlah waktu yang menjawabnya nanti. Untuk sekarang, aku hanya ingin setia pada satu hal yang sejak awal menuntunku ke sini, cinta pada kata-kata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Halo, Aku Sabilah

Halo, Aku Sabilah Selamat datang untuk kamu yang mungkin baru saja menghampiri halamanku.  Blog ini akan jadi tempatku berbagi cerita, catatan, dan segala hal yang ingin aku tuliskan. Aku percaya bahwa menulis bukan hanya tentang menuangkan pikiran, tapi juga tentang menyimpan jejak. Semoga kamu bisa menemukan bagian kecil dari dirimu dalam kata-kataku, ya. Terima kasih sudah menghampiri. 🤍

CHECKOUT? NANTI DULU!

  Tokoh: Tangan, Hati, Otak, Keranjang, Baju, Sepatu, dan Tas.  Terlihat panggung berupa layar Shopee raksasa. Keranjang tergantung di tengah seperti wahana gantung taman bermain. Baju, sepatu, dan tas ada di sana, merasa bosan. Baju: Huft, sudah berapa lama kita di sini? Rasanya seperti di penjara. Tidak bebas. Tas: Tenanglah. Cepat atau lambat, pasti kita akan dibeli. Tapi, pasti aku yang dibeli dulu. Semua butuh tas. Aku ini, aesthetic . Layak untuk dipamerkan ketika nongkrong. Sepatu: Kalian berdua diam! Pasti aku dong yang dibeli duluan. Aku udah siap banget diajak kemana-mana. Lampu kerlap-kerlip tanda "Produk Ditambahkan ke Keranjang". Tangan: MASUKIN LAGIIII~! Eh lucu nih bajunya, korean style ! Tambahin! Tambahin semua! Yeeeay! Kemudian Tangan pergi tanpa rasa bersalah. Keranjang: Astaga, si Tangan kebiasaan banget! Aku udah penuh banget nih, udah kayak pikiran orang mau tidur tapi tiba-tiba kepikiran masa depan. Hati dan Otak Masuk Hati: Ih lucu semuaaaaa! Beli aja,...

Hujan, Mimpi, dan Rahasia Cinta

Terinspirasi dari kisah nyata seseorang, namun dipadukan dengan sentuhan fiksi agar cerita terasa lebih hidup dan berwarna. . . . Latar: Di koridor kampus, sore menjelang senja. Hujan deras mengguyur halaman luas kampus. Pohon-pohon berderai air, tanah basah menguar harum khas. Beberapa mahasiswa berlarian sambil menutup kepala dengan buku, sebagian berteduh sambil bercengkrama. Di sudut koridor, ada bangku panjang kayu, agak basah di ujungnya. Cinta duduk di sana, memeluk buku catatan yang menyimpan banyak rahasia cinta miliknya. Tokoh: Cinta: (mahasiswi ceria, menyimpan rasa dalam diam sejak SMP kepada Byan) Byan: (mahasiswa tenang, penuh mimpi, tidak menyadari perasaan Cinta) Cinta duduk sambil menatap hujan. Ia membuka halaman kosong di bukunya, menulis beberapa kata, lalu berhenti. Byan datang dengan laptop di tangan, menepuk ringan bahu Cinta sebelum ikut duduk. Byan: (tersenyum) Dari dulu, kamu memang nggak pernah berubah, ya. Kalau hujan, pasti menulis. Cinta: (tersenyum samar...