Setelah menelusuri ulang blogku sendiri, aku menemukan sebuah kenyataan yang sunyi, bahwa tulisan tentang diriku sendiri ternyata tak banyak. Aku lebih sering menulis tentang rasa, tentang orang lain, tentang hal-hal di luar diriku, seolah aku sendiri hanya singgah sebentar di hidupku. Aku pun bingung, bagaimana seharusnya menulis keseharian yang terasa begitu biasa. Tak ada peristiwa besar, tak ada kisah yang membuat jantungku berdebar. Hari-hariku berjalan pelan, nyaris tak meninggalkan jejak.
Aku sering merasa hidup yang kujalani sedikit membosankan, seakan tak ada satu pun hal istimewa yang patut dibanggakan. Aku merasa tak memiliki sesuatu yang benar-benar hebat untuk ditawarkan pada dunia. Keberuntungan pun terasa jauh, seperti hujan yang selalu turun di tempat lain. Yang datang justru rasa iri, iri yang kecil, diam-diam, pada mereka yang tampak telah sampai lebih dulu, yang hidupnya terlihat terang dan penuh hasil.
Namun di sela perasaan itu, aku mencoba memahami satu hal, barangkali memang begini caraku bertumbuh. Tidak ramai, tidak disambut sorak, bahkan nyaris tak disadari siapa pun. Aku percaya setiap manusia berjalan dengan waktunya masing-masing, dan mungkin aku sedang berada di bagian paling sepi dari perjalanan itu. Jika saat ini belum waktuku bersinar, tak apa. Aku akan tetap berjalan, tetap menulis, tetap hidup, sampai suatu hari, tanpa kusadari, aku tiba di halaman yang selama ini diam-diam sedang menungguku.
Komentar
Posting Komentar