Bagiku, itu masih menjadi pertanyaan yang menggantung, belum juga menemukan jawaban pastinya hingga saat ini.
Kata "gagal" terdengar begitu menyeramkan di telingaku, seperti bayangan gelap yang mengikuti setiap langkah. Mungkin bukan hanya aku, tapi hampir setiap manusia yang hidup dengan harapan pasti pernah gentar saat kata itu mendekat.
Namun, bukankah hidup memang tak pernah sempurna?
Gagal bukan berarti kalah. Ia hanyalah jeda, tempat kita belajar memahami diri dan memperbaiki arah. Jika tak pernah jatuh, bagaimana kita tahu rasanya bangkit? Jika tak pernah salah, bagaimana kita belajar menjadi lebih kuat?
Barangkali yang kita takuti bukan kegagalannya, melainkan pandangan orang lain saat kita terjatuh. Padahal, justru dari sanalah keberanian ditempa.
Sebab pada akhirnya, gagal bukan akhir perjalanan, ia hanya bagian dari proses menjadi versi diri yang lebih tangguh.

lebih takut sama mulut manusia sih bil, jahat sekali soalnya hehe
BalasHapusiya lagi:'(
Hapus