Kita tidak perlu memikirkan hal yang terjadi kemarin. Kita hanya perlu memikirkan hari ini dan besok. Kurang lebih begitu yang disampaikan Pak Jumadi di kelas tadi. Kalimat itu singkat, namun terus berputar di kepalaku bahkan setelah kelas selesai.
Aku menyadari betapa seringnya aku terjebak pada hal-hal yang telah berlalu. Mengulangnya dalam ingatan, menimbang-nimbangnya dengan rasa bersalah, seolah aku bisa memperbaiki masa lalu hanya dengan menyesalinya. Padahal, semua itu justru membuatku lelah, merasa belum cukup, belum mampu menjadi versi terbaik dari diriku sendiri.
Setelah kupikirkan lagi, apa pun yang terjadi hari ini, baik atau buruk, adalah bagian dari proses yang paling mungkin terjadi. Ia datang dengan caranya sendiri, membawa pelajaran yang mungkin belum sepenuhnya kupahami. Tidak ada yang perlu disesali berlebihan, sebab masa lalu telah selesai menjalankan perannya.
Yang perlu kulakukan kini bukan menoleh ke belakang dengan penyesalan, melainkan menata langkah ke depan dengan kesadaran. Berbenah, perlahan. Memaafkan diri sendiri, sepenuh hati. Karena tumbuh tidak selalu tentang menjadi sempurna, melainkan tentang terus berusaha, hari ini dan esok hari.
Komentar
Posting Komentar