Setelah menonton music video lagu Ada Titik-Titik di Ujung Doa dari Sal Priadi, air mataku tiba-tiba saja terjatuh tanpa permisi. Yang ditampilkan di dalam music video itu benar-benar mampu membuat dadaku terasa sesak sekali.
Di sana, ada seorang ayah yang pergi untuk bekerja, meninggalkan rumah demi keluarganya. Waktu berjalan, jarak semakin panjang, dan tanpa disadari hubungan dengan anaknya pun ikut merenggang. Bukan karena mereka tidak saling sayang, hanya saja hidup membuat mereka tumbuh di jarak yang berbeda.
Yang paling menyayat justru hal yang tidak pernah diketahui sang anak, ayahnya sakit. Ia menjalani cuci darah sendirian, menanggung lelahnya tubuh tanpa banyak cerita. Seolah rasa sakit itu adalah sesuatu yang harus ia simpan sendiri, agar rumah yang ia tinggalkan tetap terasa tenang.
Aku langsung memikirkan satu hal, barangkali memang begitulah seorang ayah mencintai. Tidak selalu dengan kata-kata, tidak selalu dengan kehadiran yang lengkap. Kadang dengan cara yang paling sunyi, menyembunyikan sakitnya sendiri, sambil terus memastikan orang-orang yang ia cintai tetap baik-baik saja.
Dan setelah menonton cerita itu, aku mengerti bahwa mungkin di ujung doa seorang ayah memang ada titik-titik, hal-hal yang tidak pernah ia ucapkan, namun selalu ia panjatkan diam-diam untuk anaknya.

Komentar
Posting Komentar