Setelah beberapa hari menjalani PLP 1 di salah satu sekolah menengah kejuruan, tiba-tiba ada rindu yang menggebu di dadaku. Rindu yang datang tanpa aba-aba, seolah waktu diam-diam membuka kembali halaman lama yang sudah terlewat.
Di sekolah, aku sempat masuk ke ruang kelas untuk menilik suasana belajar siswa. Melihat mereka duduk di kursi-kursi kayu, mendengarkan penjelasan guru, sesekali tertawa bersama teman di sebelahnya, semua itu membuat pikiranku melayang jauh ke beberapa tahun silam. Ke masa ketika aku juga pernah berada di posisi yang sama. Duduk sebagai seorang siswa, dengan mimpi-mimpi yang masih samar bentuknya.
Tiba-tiba kenangan masa SMA meruak begitu saja. Bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang orang-orang yang pernah mengisi hari-hari itu. Teman-teman yang dulu hampir setiap hari kutemui, yang pernah tertawa bersama, mengeluh bersama, bahkan berbagi cerita-cerita sederhana yang saat itu terasa biasa saja. Kini semuanya berubah menjadi kenangan yang hangat.
Ada banyak wajah yang tiba-tiba terlintas di kepala. Suara tawa mereka seolah masih tersisa di ingatan. Hal-hal kecil yang dulu mungkin tidak terlalu kupikirkan, kini justru terasa begitu berharga. Waktu memang punya cara yang aneh, ia membuat kita baru menyadari arti sebuah kebersamaan setelah semuanya berlalu.
Aku berdiri di tengah ruang kelas yang berbeda, dengan siswa-siswa yang juga berbeda. Namun perasaan itu tetap sama, yaitu rasa haru karena pernah melewati masa-masa itu. Masa ketika hidup terasa lebih sederhana, ketika kebersamaan dengan teman-teman terasa begitu dekat tanpa harus dijadwalkan.
Tidak menyangka aku sudah melangkah sejauh ini. Dari seseorang yang dulu duduk mendengarkan pelajaran di kelas, kini aku kembali ke sekolah untuk belajar memahami dunia pendidikan dari sisi yang lain.
Dan di tengah langkah kecil ini, aku sadar akan satu hal, waktu memang membawa kita berjalan jauh, tetapi kenangan tentang orang-orang yang pernah berjalan bersama kita, selalu tahu jalan pulang ke hati.

Komentar
Posting Komentar