Kadang, tanpa aba-aba, rasa khawatir tentang masa depan datang menghampiri, membuat langkahku terasa ragu dan pikiran dipenuhi tanya yang belum tentu terjawab. Namun di tengah kegelisahan itu, aku kembali mengingat bahwa setiap jalan telah lebih dulu dituliskan, bahkan sebelum aku benar-benar mengerti arti hidup ini.
Maka perlahan, aku belajar menenangkan diri. Bahwa tugasku bukan memastikan segalanya berjalan sesuai keinginanku, melainkan memberi yang terbaik dari apa yang bisa kulakukan hari ini. Menjalani setiap proses dengan sungguh-sungguh, sambil tetap percaya bahwa rencana Allah selalu lebih luas dari apa yang mampu kupahami.
Dan mungkin, pada akhirnya, bukan tentang seberapa jauh aku mengendalikan masa depan, tetapi seberapa ikhlas aku menjalaninya, dengan usaha yang tulus, hati yang lapang, dan keyakinan bahwa tidak ada satu pun yang luput dari ketetapan-Nya.
Komentar
Posting Komentar